Bagi Chairil Anwar, puisi adalah sebuah bentuk perlawanan yang paling ampuh. -elemen romantis, pemberontak, dan kritis dalam setiap bait-bait karyanya. Dalam puisinya yang fenomenal berjudul "Aku," Chairil Anwar menyampaikan kritik sosial dengan gaya yang puitis, "Tapi apa kata mereka, cari keringat atau apa, Darah dalam luar biasa Chairil Anwar AKU INI BINATANG JALANG Koleksi Sajak 1942-1949 Editor "Puisi-puisi Chairil Anwar dan Pergumulan Saya dengan Teori Sastra", 17 April 1985 (naskah 7 halaman). Buku Puisi Chairil Anwar_isi.indd 13 6/27/11 3:42 PM. xiv KATA PEMBUKA SITUASI CHAIRIL ANWAR Kritik Sastra Puisi "Aku" Karya Chairil Anwar (Oleh: Khairun Nisa) Puisi "Aku" merupakan sebuah karya fenomenal dari sastrawan legendaris, Chairil Anwar. Sampai sekarangpun, puisi ini masih eksis di kalangan perpuisian Indonesia. Puisi ini terbit pada tahun 1943 tepat enam tahun sebelum kematiannya. Seolah akan tahu bahwa ia akan meninggal pada Baca juga: Puisi Aku Berkaca karya Chairil Anwar Chairil telah membawa pembaruan dunia sastra Indonesia kala itu, mendobrak aturan-aturan yang kaku, ia mau jadi manusia merdeka. Setelah karya-karyanya diterima, sastrawan seumuran Chairil mulai dijuluki dengan berbagai macam istilah seperti Angkatan Sesudah Perang, Angkatan Chairil Anwar, dan Vay Nhanh Fast Money.

kritik sastra puisi aku chairil anwar