Kutipanbiografi R.A Kartini tersebut termasuk bagian dari. a. Orientasi. b. Permasalahan. c. Puncak konflik. d. Peristiwa dana masalah. Jawaban : A. 11 - 25 Soal Buku Fiksi dan Nonfiksi Pilihan Ganda dan Jawaban. 11. Berikut yang termasuk bagian reorientasi pada kutipan-kutipan biografi R.A. Kartini adalah. a.
Konflikyang terkandung dalam kutipan drama tersebut adalah . A. Kecemasan Pak Lurah yang sangat berlebih-lebihan. B. Telinga Pak Lurah yang tidak berfungsi dengan baik. C. Pak Wongso tidak melaporkan kejadian dengan jelas. D. Pak Lurah tidak menanggapi laporan Pak Wongso. E. Pak Lurah memarahi Pak Wongso setiap hari. Jawaban:
Perbedaanlatar suasana yang terdapat pada kutipan tersebut adalah . Cerpen 1. Cerpen 2. a. c. Hal yang diungkapkan dalam cerpen tersebut menggambarkan kehidupan orang-orang Dari kedua peristiwa tersebut munculah konflik kebudayaan yang menyebar ke berbagai tatanan sosial di pedesaan yang terjadi akibat relatifnya
Demikiankakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah. Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah A. anisa dan Handoko tidak jadi menikah. B. Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya. C. Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko. D. keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia
Nilaisosial yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah. A. membuat ramuan obat tradisional B. membaca mantra-mantra dalam melakukan pengobatan C. menuangkan ramuan obat ke dalam mangkok batok kelapa D. memberikan pertolongan kepada orang yang sedang sakit E. melakukan pengobatan dengan cara tradisional. 43.
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Bacalah penggalan novel berikut! Tiba-tiba Winna mendekati Adi. Seperti seorang kekasih yang menyambut kekasihnya merentangkan tangan siap menerima pelukan, tapi Winna terbentur tubuh Ima yang tiba-tiba saja menghalangi. Kontan saja Winna kaget. "Eit...eitt... oh jadi ini rupanya sang pembela itu. Oooh, gue tahu sekarang. Kau dan Adi datang pagi-pagi, janjian mau ngobrol-ngobrol, ya? Dan Adi bertambah rajin karena ada kekasih hati menunggu. Gue tahu sekarang. Woi, teman-teman, Adi dan Ima jadian! Woi. A..." Mulut Winna tiba-tiba dibekap Adi. "Elo kalo ngomong jangan macem-macem. Hati-hati. Gue jadi ingin muntah dengan segala tingkah lo yang norak ini. Urus saja make up lo yang menor itu daripada ngurusin orang lain." "Ehh. eh.. gue hanya main-main kok, Di. Suwer!" hati Winna meleleh setelah Adi dengan tegas memotongnya. "Maafin gue ya, Di." Adi diam saja. "Ayo, dong, Di. Maafin gue, pliss." Winna paling takut dimarahi, dia tidak bisa mendekatinya lagi. "Minta maaf dulu sama ima, baru ke gue." Jawab Adi. "Lho kok ke Ima, sih." Winna kaget dengan perintah Adi. Harus minta maaf pada Ima. Oh tidak yaw. Gengsi dong, bisik hati Winna. "Ya, kau telah hampir mencemarkan nama baiknya. Dia orang baik tahu, tidak kayak kamu. Dan Gue Bukan Robot karya M. Irfan Hidayatullah, 2004. Penyebab terjadinya konflik dalam kutipan novel tersebut adalah ....
F. Menyimpulkan Sebab/Akibat Konflik dalam Cerpen Ringkasan Materi Konflik dalam sebuah cerita merupakan bagian yang menunjukkan adanya pertentangan dalam cerita. Biasanya konflik terjadi karena adanya benturan atau ketidakserasian, baik dengan dirinya atau dengan tokoh lain. Ada beberapa jenis konflik dalam sebuah cerita, yaitu 1. konflik tokoh dengan tokoh lain; 2. konflik tokoh dengan dirinya sendiri; 3. konflik tokoh dengan lingkungan atau budayanya. Sebelum terjadi konflik, biasanya pengarang akan menyajikan terlebih dahulu peristiwa atau hal yang menyebabkan terjadinya konflik atau yang disebut sebab konflik. Konflik kemudian diikuti oleh peristiwa atau hal yang diakibatkan setelah terjadi konflik atau disebut akibat konflik. Untuk dapat menentukan sebab atau akibat konflik, langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menemukan konflik ceritanya. Contoh soal dan Pembahasan 1. Bacalah kutipan cerpen berikut! “Bu Minah itu ibuku. Sejak ayah dan ibuku nggak bisa lagi kirim uang buat sekolahku, aku kembali ke sini dan membantu jualan kue. Aku tidak melanjutkan sekolah lagi, biar kakakku saja karena dia kan anak laki-laki. Eh, kok aku jadi nangis sih,” kata anak perempuan itu sedih dan tak terasa meneteskan air mata. “Kasihan sekali kamu. Namamu siapa dan seharusnya kamu kelas berapa?” Alma tiba-tiba merasa iba. “Aku Nina, seharusnya kelas 3 tapi nggak bisa sekolah lagi. Dan sebenarnya aku masih ingin sekolah lagi,” Nina tiba-tiba terisak. Sumber Temanku Penjual Kue. https// Penyebab konflik yang terjadi dalam kutipan cerpen tersebut adalah… A. Nina harus membantu ibunya berjualan kue. B. Orang tua Nina tidak mempunyai usaha lagi. C. Nina harus mencukupi kebutuhan hidup sendiri. D. Orang tua Nina tak mampu mengirim uang sekolah. Kunci D Pembahasan Konflik cerita kutipan cerpen tersebut adalah Nina yang masih ingin tetap sekolah, tetapi tidak bisa. Sebab konflik tersebut adalah ayah dan ibu Nina tidak bisa lagi mengirim uang untuk sekolahnya. 2. Bacalah kutipan fabel berikut! “Aku sudah mendapat satu, sekarang giliranmu kawan…” kata elang kepada gagak. Mendengar kata-kata elang tersebut, gagak menjadi panas. Sifat sombongnya mendorong dirinya untuk melakukan hal yang sama. “Kalau elang bisa, aku juga pasti bisa. Aku kan lebih kuat dari dia,” kata gagak dalam hati. Gagak pun langsung turun dengan cepat dan menyambar seekor anak domba. Setelah kukunya mencengkeram seekor anak domba, dia berusaha untuk membawa anak domba itu terbang. Tapi dia tak kuasa untuk terbang, dia baru sadar, dia tak sekuat elang. Lalu dia pun berusaha melepaskan cengkeramannya, tapi sial tak dapat ditolak. Kuku-kukunya tersangkut pada bulu-bulu domba. Sekuat apa pun dia berusaha, tetap tak bisa melepaskan dirinya. Ternyata kejadian tersebut diperhatikan oleh anak gembala yang sudah dari tadi melihat tingkah laku dua burung itu. Sumber Burung Elang dan Burung Gagak. http// Akibat konflik kutipan fabel tersebut adalah… A. Burung gagak menjadi sadar bahwa ia tidak sekuat burung elang. B. Kuku-kuku burung gagak tersangkut pada bulu-bulu domba. C. Burung gagak yakin bisa melakukan hal yang sama seperti burung elang. D. Burung gagak menjadi panas sehingga sifat sombongnya muncul. Kunci A Pembahasan Konflik cerita kutipan fabel tersebut adalah konflik batin pada diri tokoh gagak, yaitu keinginan gagak dapat berlaku seperti burung elang karena ia merasa lebih kuat, tetapi ia tidak bisa. Akibat konflik tersebut adalah ketika burung gagak ingin terbang dan mengangkat anak domba seperti burung elang, tetapi ia tidak bisa terbang. Ia pun sadar jika ia tak sekuat elang. Latihan Soal 1. Bacalah kutipan cerpen berikut! “Namaku Sita.” Anak itu kemudian diam tak berkata-kata lagi. Kelas menjadi sangat hening. “Sudah, itu saja, Sita?” tanya Bu Guru, “Baik, nanti kalian bisa berkenalan lebih lanjut dengan Sita waktu istirahat ya. Sita, kamu boleh duduk di bangku kosong dekat Mery,” kata Bu Guru. Ada yang aneh ketika Sita berjalan. Sebelah kakinya ternyata timpang. Terdengar beberapa anak berbisik- bisik. Mery kelihatan tidak suka Sita duduk di dekatnya. Wajahnya cemberut. Ketika istirahat, Sita duduk menyendiri. Tak ada teman yang mau menyapanya. Wajahnya murung kepalanya selalu menunduk. Tiba-tiba pundaknya terasa disentuh seseorang. “Sita, kok duduk di sini? Yuk, gabung main dengan kami!” kata anak tersebut. Ternyata Kayla yang memegang pundaknya tadi. Sita hanya mengelengkan kepalanya. “Teman-teman tidak suka main dengan anak timpang seperti aku,” jawabnya. Kayla tersenyum, kemudian meraih tangan Sita dan mengajaknya bermain bersama. Sumber Aku Anak Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019 Penyebab konflik kutipan cerpen tersebut adalah…. A. Anak baru bernama Sita mempunyai kaki timpang. B. Mery cemberut saat Sita duduk dibangku sampingnya. C. Teman-teman tidak mau berteman dan bermain dengan Sita. D. Kayla mengajak Sita bergabung bermain bersama teman-teman. 2. Bacalah kutipan fabel berikut! “Mengapa kamu sendirian, teman? Di mana saudara-saudaramu?” tanya Semut Merah pada Gajah Kecil. Gajah Kecil sangat sedih karena terpisah dengan rombongan keluarganya. “Tadi aku bersama keluargaku. Tapi aku bermain-main. Ternyata aku sudah jauh meninggalkan saudara-saudaraku. Aku masuk hutan serta menyusuri pinggir sungai dan akhirnya bertemu denganmu,” Gajah Kecil bercerita mengapa dia sendirian. “Jangan sedih, teman. Pasti nanti kamu bertemu dengan saudaramu,” jawab Semut Merah menghibur Gajah Kecil. “Ya, sudah, kutemani ya. Semoga kita bisa bertemu dengan keluargamu.” Semut Merah naik ke punggung Gajah Kecil. Sumber Aku Anak Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019 Akibat konflik kutipan fabel tersebut adalah…. A. Semut Merah menemani dan menghibur Gajah Kecil untuk mencari keluarganya. B. Semut Merah prihatin melihat Gajah Kecil yang sendirian di tengah hutan. C. Gajah Kecil merasa sedih karena tertinggal jauh di hutan dari keluarganya. D. Gajah Kecil senang ada teman yang menemaninya mencari keluarganya. 3. Bacalah kutipan cerpen berikut! “Hai, Didi! Sudah lama di sini? Kok kamu bermain sama anak perempuan, sih?” sapa salah satu temannya yang bertubuh paling besar. “A…ku…tidak bermain bersama mereka. Aku sedang menunggu kalian di sini. Di taman ini kan. Seperti perjanjian kita tadi pagi di sekolah,” terang Didi. “Loh, kalau sedang menunggu kami, kenapa dua anak perempuan itu masih di sini? Kenapa tidak kamu usir mereka?” kata anak yang bertubuh besar itu. Masih dengan penuh pertanyaan. “Mereka tidak mau pergi,” terang Didi lagi. “Apa? Tidak mau pergi? Sudah kamu usir mereka? Kamu kalah sama anak perempuan?”cela anak bertubuh besar itu. Sumber Aku Anak Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019 Penyebab konflik kutipan cerpen tersebut adalah… A. Keberadaan dua anak perempuan yang sedang bermain di taman. B. Didi tidak berhasil mengusir dua anak perempuan dari taman. C. Didi ikut bermain bersama kedua anak perempuan di taman. D. Didi kalah dengan dua anak perempuan di taman. 4. Bacalah kutipan fabel berikut! “Jadi, kaulah yang selama ini mencuri daunku?!” bentak Bunga Matahari ketika melihat Ulat memetik daunnya. Ulat terkejut bukan kepalang, tangannya gemetar ketakutan sehingga daun curian itu jatuh ke tanah. “Dasar Ulat tak tahu terima kasih. Aku sudah membantumu membuatkan rumah dari daun-daunku agar kau tak kena panas dan hujan. Tapi apa balasanmu kepadaku? Kau ambil semua daunku?” bentak Bunga Matahari. “Uhg…pelit amat kau, Bunga. Kau kan masih bisa punya daun lagi,” sahut Ulat. “Tahu kan hasil perbuatanmu, Ulat? Karena ulahmu aku akan mati,” kata Bunga. Benar saja, semakin hari tubuh Bunga Matahari semakin layu. Dan akhirnya mati. Sumber Aku Anak Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019 Akibat konflik kutipan fabel tersebut adalah… A. Ulat tidak tahu berterima kasih kepada Bunga Matahari yang telah menolongnya. B. Ulat sering mencuri dan memakan daun Bunga Matahari setiap harinya. C. Bunga Matahari marah kepada Ulat karena telah memakan daunnya. D. Bunga Matahari semakin layu dan akhirnya mati. Baca Juga Artikel Menarik Lainnya
1. Ketika sekolah beristirahat dan datang kesempatan sebaik-baiknya untuk minta porsekot gajinya, guru Isa menjadi ragu-ragu. Timbul kebimbangan dalam hatinya. Dia takut akan merasa malu jika permintaannya ditolak oleh guru kepala. Sementara itu, hatinya gundah pula memikirkan jika tidak membawa uang, Fatimah di rumah akan mengomel kepadanya. Dalam kutipan novel tersebut konflik terjadi antara . . . . a. guru Isa dengan guru kepala b. guru Isa dengan dirinya sendiri c. guru Isa dengan Fatimah d. guru kepala dengan Fatimah 2. Bacalah kutipan cerpen berikut! “Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!” “Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!” Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .” “Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang. Tokoh yang mengalami konflik pada kutipan cerpen Malaikat Pelindung tersebut adalah . . . . a. Rinta dan dirinya b. Anya dan dirinya c. Rinta dan Anya d. Anya dan orang lain 3. Pemicu konflik pada kutipan cerpen soal di atas adalah . . . . a. hal yang sepele b. robeknya poster Anya c. hanya karena Rinta egois d. robeknya poster Rinta 4. Sudah beberapa sore Wati datang ke pondokanku. Sore ini ia datang juga. Aku mulai curiga padanya. Yang dibicarakannya sudah bukan pelajaran melulu. Dulu terhadap Marwan pun diawali dengan hal-hal seputar pelajaran. Dugaanku tidak meleset, dia datang tidak sebagai murid. Sebagai gurunya, aku sering mengelakkan pertemuan-pertemuan dengan dia. Tetapi memang Wati gadis yang agresif. Aku makin jengkel. . . . . Konflik yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah . . . . a. konflik fisik antara Wati dan Marwan b. konflik fisik antara tokoh aku dan Wati c. konflik batin antara Wati dan Marwan d. konflik batin tokoh aku terhadap Wati 5. Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. "Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. ”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ... A. Seorang ibu yang berjanji tidak akan meninggalkan anaknya lagi. B. Penyesalan seorang ibu yang telah meninggalkan anaknya. C. Seseorang yang tak tega melihat anak terlantar. D. Gelandangan yang ditemukan tewas di kolong jembatan. 6. Bacalah kutipan cerpen berikut! Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. ”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.” Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ... A. Teman-teman Andi semua memberi hadiah pada Tommy. B. Andi ingin meminta uang pada ibu, tapi tidak sampai hati mengungkapkannya. C. Sejak ayahnya meninggal, Andi harus hidup berhemat. D. Kepuasan Andi sudah memiliki hadiah untuk Tommy. Kunci Jawaban KLIK DI SINI
Bacalah kutipan cerpen berikut! Paman aku ingin sekali mendapatkan buruan kijang putih yang ada garis hitam di hidungnya. Indah bekalil Aku tidak ingin membunuhnya, hanya memanah kakinya saja agar masih hidup dan bisa kita pelihara di taman kerajaan. Kalau betina, nanti kita kawinkan dengan si jantan, "Sabda Raja Kepada salah seorang menterinya "Tetapi Yang Mulia, hamba tidak pernah melihat kijang putih, tidak juga pernah, Ucap Menteri berusaha memberikan pengertian kepada Raja "Kau tidak juga pernah mendengar tentang itu, bukan? "Tidak pernah, Gust. Kijang putih itu hanya mitos. Kau keliru kali ini." Parikesit menatap menteri yang ia kagumi kecerdasan dan wawabannya itu, yang selalu memberikan pertimbangan yang adil dan masuk akal. Raja tersenyum. "Tetapi , Gusti "Tetapi, Paman Menteri, Kijang putih itu ada. Aku bertemu dengannya dalam mimpi, berbali-kali, setiap malam bulan pumama Menteri tua itu diam, memancarakan kebijaksanaan yang luar biasa. Penyebab terjadinya konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan contoh soal simpulan sebab/akibat konflik cerpen dan fabel dalam ujian nasional bahasa Indonesia. Semoga contoh soal yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari soal-soal terbaru seputar indikator soal simpulan sebab/akibat konflik cerpen dan fabel dalam ujian nasional bahasa Indonesia. Dan harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami simpulan sebab/akibat konflik cerpen dan fabel dalam ujian nasional bahasa Indonesia. A. Materi Soal Ujian Nasional 2020 Konflik merupakan kejadian yang tergolong penting atau unsur esensial dalam pengembangan alur atau plot. Kemampuan pengarang untuk membangun konflik melalui berbagai peristiwa akan menentukan kadar kemenarikan cerita yang dihasilkan. Biasanya pembaca akan menyukai karya narasi tersebut jika ada konflik antartokoh di dalamnya. Sebenarnya yang dihadapi dan menyita perhatian pembaca sewaktu membaca karya narasi adalah peristiwa-peristiwa konflik, konflik yang semakin memuncak, klimaks, dan penyelesaian. Konflik adalah sesuatu yang dramatik yakni pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan adanya aksi dan aksi balasan. Kehidupan yang tenang dalam cerpen dan fabel tanpa adanya masalah yang memacu munculnya konflik berarti tidak ada cerita. Peristiwa dan konflik berkaitan erat dan saling menyebabkan terjadinya satu dengan yang lain. Ada peristiwa tertentu yang dapat menimbulkan terjadinya konflik. Sebaliknya, karena terjadi konflik, peristiwa-peristiwa lain dapat bermunculan. Konflik demi konflik yang disusul oleh peristiwa demi peristiwa akan menyebabkan konflik meningkat. Konflik yang makin meruncing disebut klimaks. B. Contoh Soal Ujian Nasional 2020 Berikut ini adalah tujuh contoh soal ujian nasional dengan indikator soal yang diujikan yaitu anak didik mampu menentukan simpulan sebab/akibat konflik dalam teks cerpen dan fabel. Adapun contoh soal tersebut adalah sebagai berikut. 1. Bacalah kutipan cerpen berikut! Seharusnya pukul tujuh tadi Deo sudah mencangkung di kelas. Bersiap menjalani rutinitas harian sebagai anak 11 tahun belajar di sekolah. Namun, Deo bosan. Itu yang ia sampaikan berulang kali kepada ayah dan ibunya. Deo bosan sekolah. Sayangnya ayah dan ibu tidak sekali pun menganggap serius perkataan Deo tersebut. Dengan pola yang selalu sama, mereka menyuruh Deo agar rajin belajar di sekolah, jangan malas, supaya nanti menjadi orang sukses. Seperti ayah dan ibu? Suatu kali Deo bertanya. Kedua orang tuanya saling bertatapan. Tanpa menjawab apa-apa. "Tapi Deo tidak mau menjadi seperti ayah dan ibu yang sibuk kerja terus," lanjut Deo. Bila sudah seperti orang tua membelokkan pembicaraan ke arah hal-hal yang disukai Deo video game, sepatu baru, drone edisi anak-anak, kacamata VR. Mereka mengira omongan Deo hanyalah jalan memutar yang Deo lalui demi maksud -maksud lain. Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. tokoh Deo takut kepada orang tuanya B. tokoh Deo kecewa dengan orang tuanya C. tokoh Deo teringat keinginan orang tuanya D. tokoh Deo meminta hadiah dari orang tuanya Pembahasan Kutipan cerpen tersebut berisi konflik mengenai tokoh Deo bosan sekolah. Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah tokoh Deo merasa ayah dan ibunya tidak memperhatikannya karena sibuk bekerja. 2. Bacalah kutipan cerpen berikut! Bermalam-malam cerita nenek mengiang-ngiang di telinga. Lalu dengan bangga kuceritakan kepada teman-teman apa yang kudengar dari nenek. Teman-teman percaya. Mereka lalu menceritakan kepada orang tua dan saudaranya. "Bagaimana kalau kita tangkap beberapa ekor kunang-kunang, lalu kita masukkan botol?" usul Saim waktu itu. "Untuk apa?" tanyaku dan beberapa teman lain. "Supaya kita bisa melihat air mata bidadari!" jawab Saim. Malam itu kami berlima dengan mudah menangkap puluhan kunang-kunang, langsung kami masukkan dalam botol. Siang hari sepulang sekolah kami ingin melihat air mata bidadari. Gagal. Ternyata kunang-kunang itu mati! "Aku ingin menangkap kunang-kunang lagi, Pak!" teriak Nuri membuyarkan lamunanku. "Jangan. Tidak boleh!" jawabku. Akibat konflik dalam kutipan dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. tokoh Saim ingin menangkap kunang-kunang B. tokoh Nuri dilarang menangkap kunang-kunang C. tokoh Nuri sedih dengan kematian kunang-kunang D. tokoh Saim kecewa dengan perubahan kunang-kunang Pembahasan Konflik pada kutipan tersebut adalah tokoh Nuri dan teman-teman gagal melihat perubahan kunang-kunang menjadi air mata bidadari. Akibat konflik tersebut, tokoh Nuri ingin menangkap kunang-kunang lagi. Namun, keinginannya tersebut dilarang ayahnya. 3. Bacalah teks berikut! "Pak Lurah, pohon pisang dibelakang rumahku telah dirobohkan oleh Marhmur. Buah pisangku yang sudah matang pun diambilnya! Apa yang harus kulakukan! Ingin sekali aku tebang juga pohon di rumahnya. Atau aku laporkan kepada Polisi?" kata Pak Binsar. "Tindakan itu memang salah. Namun ingat, jangan melebih-lebihkan. Bagi kampung kecil kita ini, hal harus diutamakan adalah kerukunan kampung. Janganlah masalah kecil kita besar-besarkan. Semua soal harus diselesaikan dengan baik-baik. Tidak boleh main hakim sendiri. Masih ingatkah kau pada peristiwa Joni dan Tono tempo hari? Hanya soal utang sepuluh ribu saja seorang meninggal dan yang lain meringkuk di penjara. Penyebab konflik cerita pada teks tersebut adalah .... A. laporan seorang warga tentang pohon pisang yang dirobohkan dan buah pisang yang diambil orang lain B. Tono meninggal karena utang sepuluh ribu C. Joni dipenjara karena berkelahi dengan Tono dan menyebabka Tono kehilangan nyawa D. seorang warga yang kehilangan pohon pisangnya Pembahasan Konflik yang terjadi pada teks tersebut adalah adanya masalah tindak penebangan pohon dan pengambilan buah yang dilaporkan seorang warga terhadap pohon pisangnya. Orang yang dilapori menasihatinya agar tidak emosi dan memberi contoh buruk berkaitan tindakan emosi karena hal kecil. Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 4 dan 5! Ketika pulang sekolah, Piyun berjalan kurang hati-hati. "Aduh..!!!" Piyun menjerit kesakitan. Kaki kanannya tersandung gundukan aspal, yang biasanya disebut polisi tidur. Ia memegangi ujung sepatunya, memijit-mijit ibu jari kakinya yang berdenyut-denyut nyeri. Mulutnya meringis menahan sakit. Setelah agak reda, Piyun berjalan lagi. Langkahnya tertatih-tatih. Baru beberapa meter ia merasakan sesuatu yang aneh. Ada yang tak beres di sepatu kanannya. Ia berhenti, lalu menengok ke sepatunya. "Ya, ampuun..., lepas lagi! Gumam Piyun. Matanya memelototi sol sepatunya yang lepas. Bagian depan sepatu itu menganga lebar. Belakangan ini Piyun selalu direpotkan sepatu ini. Padahal sepatu itu milik Piyun satu-satunya. Mau beli yang baru? Ah, rasanya tidak mungkin. Ibu belum punya uang untuk membeli sepatu baru. Ketika melewati pertigaan, ia melihat Pak Kiran sedang mengecat rumah besar. Biasanya Pak Kiran mengecat bersama Narto. Tapi hari ini Narto tidak kelihatan. Ahai, tiba-tiba terlintas ide cemerlang. Piyun akan membantu pekerjaan Pak Narto sehingga memeroleh uang untuk membeli sepatu baru. 4. Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. Piyun membeli sepatu baru dari hasil jerih payahnya sendiri. B. Ibu tidak memiliki cukup uang untuk membelikan Piyun sepatu baru. C. Piyun selalu direpotkan oleh sepatu barunya yang ternyata mudah rusak. D. Piyun tidak hati-hati ketika berjalan sehingga sepatunya rusak karena tersandung. Pembahasan Konflik timbul jika ada penyebabnya. Konflik dalam kutipan cerpen dialami oleh tokoh Piyun. Piyun mengalami konflik batin karena tidak dapat membeli sepatu baru. Penyebab konflik batin tersebut adalah Piyun tidak berhati-hati ketika berjalan sehingga sepatunya rusak karena tersandung. Jadi, pilihan jawaban tepat terdapat pada pilihan jawaban D. 5. Akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. Piyun putus asa dan mengaduh pada ibunya. B. Piyun bekerja membantu Pak Narto mengecat rumah C. Ibu bekerja keras mencari uang untuk membeli sepatu D. Piyun pura-pura pincang sehingga tidak terlihat jika sepatunya rusak. Pembahasan Konflik yang dialami tokoh Piyun akan menimbulkan akibat. Tokoh Piyun mengalami konflik batin karena tidak bisa membeli sepatu baru untuk mengganti sepatunya yang rusak tetapi ia tidak memiliki uang. Ia pun membantu Pak Narto mengecat rumah untuk mendapatkan uang yang akan ia gunakan untuk membeli sepatu baru. Jadi, akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut terdapat pada pilihan jawaban B. Bacalah kutipan fabel berikut untuk menjawab soal nomor 6 dan 7! Di suatu daerah pertanian hiduplah dua ekor ayam jantan yang saling bermusuhan. Mereka sering berkelahi antara keduanya. Pada suatu hari mereka memulai pertengkaran dan kembali berkelahi, saling mematuk dan mencakar. Mereka berkelahi terus hingga salah satunya dikalahkan dan lari menjauh ke sudut untuk bersembunyi. Ayam jantan yang memenangkan perkelahian itu dengan bangganya terbang ke atas atap kandang. Ia mengepak-ngepakkan sayapnya, berkokok dengan sangat bangga dan keras seolah-olah dia ingin memberitahukan keseluruh dunia tentang kemenangannya. Namun, saat itu seekor burung elang yang terbang di udara mendengar dan akhirnya melihat ayam tersebut di atas atap. Burung elang tersebut akhirnya turun menyambar dan menerkam ayam jantan tersebut. Ayam itu dibawa ke sarangnya. Ayam yang kalah itu melihat seluruh kejadian. Ia keluar dari tempat persembunyiannya dan mengambil tempat sebagai pemenang dalam perkelahian tadi. 6. Penyebab konflik dalam kutipan fabel tersebut adalah .... A. kemenangan seekor ayam jantan B. kesombongan seekor ayam jantan C. permusuhan kedua ayam jantan D. kekalahan seekor ayam jantan Pembahasan Penyebab konflik dapat menimbulkan akibat konflik. Penyebab konflik dalam kutipan fabel tersebut adalah permusuhan kedua ayam jantan. Kemudian, mereka berkelahi saling mematuk dan mencakar. Salah satu ayam jantan menang. Ia menjadi sombong dengan mengepak-ngepakkan sayapnya dan berkokok sangat keras di atas atap kandangnya. Akibat kesombongan ayam tersebut seekor elang menyambar dan menerkam ayam itu. Jadi, penyebab konflik dalam kutipan fabel tersebut terdapat pada pilihan jawaban C. 7. Akibat konflik dalam kutipan fabel tersebut adalah .... A. Seekor elang menyambar dan menerkam ayam jantan. B. kedua ayam berkelahi dan saling mencakar C. seekor ayam jantan mengepak-ngepakkan sayapnya D. seekor ayam jantan naik ke atap kandang Pembahasan Konflik dalam kutipan fabel tersebut adalah perkelahian antara dua ekor ayam jantan. Salah satu ayam tersebut menang berkelahi. Konflik tersebut akan menimbulkan akibat ayam jantan tersebut disambar oleh burung elang. Jadi, akibat konflik terdapat pada pilihan jawaban A. >> Pelajari Juga Indikator Soal Menentukan alasan penggunaan ejaan dan tanda baca Memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca Menggunakan ejaan dan tanda baca pada teks Menunjukkan kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca Menentukan alasan kesalahan penggunaan istilah, kata, kalimat, dan ketidakpaduan paragraf Memperbaiki kesalahan penggunaan istilah, kata, kalimat, dan ketidakpaduan paragraf Menggunakan konjungsi yang tepat dalam kalimat Menggunakan kata bentukan Menunjukkan kesalahan penggunaan kata dan kalimat Mengubah teks kebentuk lain Menulis dengan ilustrasi tertentu Memvariasikan kata dan kalimat sesuai konteks Melengkapi paragraf atau bagian teks Menyusun urutan kalimat berbagai jenis teks Melengkapi kalimat dengan istilah/kata Mengomentasi unsur intrinsik karya sastra Menunjukkan bukti latar dan watak Mengomentari isi teks Menyimpulkan isi teks Menentukan ide pokok teks Perbandingan pola pengembangan dan penggunaan bahasa cerpen dan fabel Simpulan sebab/akibat dalam cerpen dan fabel Simpulan makna simbol dalam cerpen dan fabel Bagian cerpen/fabel dan isi tersirat dalam cerpen/fabel Perbandingan penggunaan bahasa dan pola penyajian beberapa teks Makna kata dan makna tersurat dalam cerpen dan fabel Keunggulan/kelemahan karya sastra dan nonsastra Ringkasan isi teks Penggunaan bahasa dan pola penyajian jenis teks Rangkuman/ringkasan isi teks Simpulan pendapat pro dan kontra Gagasan utama, kalimat utama, dan simpulan teks Menentukan bagian teks Menentukan informasi tersurat teks Menentukan makna kata/kalimat dalam teks >> Ayo berlatih soal online di link berikut! >> Soal Online UN 2019/2020
konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah